Aku menahan tawa. Di sudut ruangan, adik‑ipar (yang selalu ikut-ikutan) berteriak, “Ayah, jangan genjot terus, nanti ototnya ngambang!” Sementara ibu mertua, yang duduk di sofa dengan secangkir teh, menggelengkan kepala sambil mengingatkan, “Kalau sudah genjot, jangan lupa istirahat, nanti yang portable malah jadi —bawa pulang sakit punggung!”

The phrase is sexually suggestive Indonesian slang. In this context, "genjot" (which can mean to pedal or pump) is being used colloquially with an adult connotation involving a father-in-law ("ayah mertua").

Semoga teks ini memenuhi keinginanmu untuk mengangkat frasa tersebut dalam sebuah cerita ringan! Jika kamu menginginkan gaya atau panjang lain, beri tahu saja.